Ngopi Pagi: Senin, 03 Agustus 2020

Merugi Rp 10,34 Triliun, Garuda: Ini Titik Terendah ― Rata-rata frekuensi penerbangan menurun drastis dari yang sebelumnya melayani lebih dari 400 penerbangan per hari menjadi hanya berkisar di angka 100 penerbangan per hari. Jumlah penumpang juga menurun tajam hingga 90 persen. [Agnes Theodora, Kompas.id]

Lumbung Pangan Nasional ― Kedaulatan pangan perlu didukung dengan melaksanakan reforma agraria sejati, melindungi petani kecil dari sistem perdagangan internasional yang tak adil, pendekatan budidaya agroekologis untuk peningkatan produksi, pengubahan sistem subsidi input dan berbagai bantuan lain menjadi transfer langsung dan perlindungan harga di tingkat usaha tani. [Dwi Andreas Santosa, Kompas.id]

[Andrea Lidwina, Katadata.co.id]

Ngopi Pagi: Kamis, 30 Juli 2020

Usai The Fed menggelar rapat mengenai pemulihan ekonomi di Amerika Serikat, harga emas kembali naik. Di Indonesia sendiri, harga emas sudah menembus 1 juta rupiah per gram sejak hari Selasa (28/7) lalu. Meski begitu, pengamat memperingatkan bahwa harga emas dapat terkoreksi.

Pemerintah akan ganti insentif PPh 21 dengan BLT ― Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah pengkaji perubahan skema insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 menjadi bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat kelas menengah. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu menyampaikan BLT tersebut nantinya bakal langsung ditransfer ke rekening masyarakat menengah. [Yusuf Imam Santoso & Noverius Laoli, Kontan.co.id]

Satgas Ekonomi: Kalau Terus Lockdown, Enggak Akan Tahan Ruang Fiskal Kita  "Saran saya jangan terburu-buru tapi jangan menutup diri, keseimbangan ini harus dicari di masing-masing daerah. Kembali saya mengajak kalau kita misalnya terus-menerus lockdown, enggak akan tahan ruang fiskal kita," kata Budi. [Kumparan]

Ngopi Pagi: Rabu, 29 Juli 2020

Mencermati Angka Pengangguran ― Kementerian Ketenagakerjaan mencatat per Mei 2020 setidaknya ada 1,7 juta pekerja terkena PHK. Sementara itu ILO menduga pandemi Covid-19 akan berdampak pada 25 juta pekerja di Indonesia dan 2,8 juta di antaranya akan mengalami PHK atau dirumahkan. [Edy Priyono, Kompas.id]

Faisal Basri menuangkan analisis beliau dalam tulisan berserinya: Antiklimaks Keberhasilan Ekonomi Presiden Jokowi (I) dan (II). Dalam seri pertama (I), beliau memaparkan apa-apa saja keberhasilan ekonomi yang telah dicapai dalam kepemimpinan Presiden Jokowi, sedangkan dalam seri kedua (II), beliau menjelaskan mengapa presiden mulai berbelok arah dan apa saja empat akar masalah utama yang dihadapi.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Juli 2020 ―  Sejauh ini, seperti yang sudah tertulis dalam Perpres No.72 tahun 2020, defisit fiskal telah melebar menjadi -6,34% dari PDB (1.039 triliun IDR) dari sebelumnya sebesar 5,07% (853 triliun IDR), akibat semakin melebarnya penurunan pendapatan pemerintah yaitu 533 triliun IDR (sebelumnya sebesar 472 triliun IDR). [Seri Analisis Makroekonomi, LPEM FEB UI]

Menyelamatkan Kapitalisme

Siang tadi, saya menonton film dokumenter yang berjudul "Saving Capitalism". Film ini merupakan adaptasi dari buku "Saving Capitalism: For the Many, Not the Few", karangan Robert Reich. Ia adalah mantan Secretary of Labor di Amerika Serikat (semacam menteri tenaga kerja) pada kabinet Bill Clinton. 

Pemeran utama di film ini adalah Reich sendiri, menceritakan bagaimana perjalanan kapitalisme di negeri Paman Sam itu. 

Pertanyaan yang muncul ketika membaca judulnya, seperti yang Reich juga katakan sendiri, adalah: 
  • Adakah yang salah dari kapitalisme? 
  • Kenapa kapitalisme harus diselamatkan?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, ada baiknya untuk membaca buku Reich. Atau paling tidak, menonton film dokumenternya selama 73 menit yang disebut-sebut sebagai 'kursus singkat tentang kesenjangan di Amerika Serikat' itu.

Ngopi Pagi: Selasa, 28 Juli 2020

Ekonomi Tinggal di Rumah ― Laporan dari sejumlah negara menunjukkan gejala peningkatan produktivitas yang makin turun (diminishing marginal return). Dengan kata lain, walaupun ada sebagian masyarakat yang mulai menyukai adaptasi baru ini, secara umum diperkirakan akan terjadi kenaikan produktivitas yang kemudian disusul oleh perlambatan kenaikan produktivitas. Hal ini terjadi jika bekerja dari rumah dilakukan seperti apa adanya. [Ari Kuncoro, Kompas.id]

Peraturan Bank Indonesia Nomor 22/9/PBI/2020 tanggal 20 Juli 2020 tentang Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah ― Pengembangan pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah dilakukan melalui strategi penguatan regulasi, pengembangan instrumen, penguatan infrastruktur dan kelembagaan, serta perluasan penerbit dan basis investor instrumen pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan industri perbankan syariah. [Departemen Komunikasi, Bank Indonesia]

Cegah korupsi, peneliti usulkan BLT diberi via rekening bank penerima ― "Untuk opsi penyaluran melalui rekening agar cashless saya rasa cara yang baik, namun perlu diperhatikan bank mana saja yang dapat melakukannya serta harus dikomunikasikan jauh-jauh hari kepada masyarakat," ujarnya. [Satyagraha & Risbiani Fardaniah, ANTARA News]

Riset: Sebagian Masyarakat Memulai Usaha Baru saat Pandemi Corona ― Sebanyak 49% dari total 267 responden mengaku pendapatannya tetap, meski ada pandemi virus corona. Lalu, 44% mengaku penghasilannya berkurang dan 7% meningkat. Lebih rinci, 24% dari responden yang pendapatannya tetap, membuka usaha kecil. “Ini untuk mengantisipasi risiko ke depan,” kata Digital Banking Business Product Head, Bank BTPN  Waasi B. Sumintardja [Cindy Mutia Annur, Katadata.co.id]

Kampus Kecil yang Terjepit Corona, Cari Utang hingga Jual Aset ― Survei Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah V Yogyakarta--terdiri dari 102 anggota dari mulai universitas, akademi, institut, hingga sekolah tinggi--menemukan 80 persen dari 51 anggota yang menjadi responden menyatakan mengalami masalah finansial. [Irwan Syambudi, Tirto.ID]

Ngopi Pagi: Senin, 27 Juli 2020

Kendala Struktural 75 Tahun Indonesia Merdeka ― Pada fase kita ini, ciri-ciri kapitalisme sejatinya berbeda. Ia tidak lagi langsung menumbangkan pemerintah-pemerintah dengan bantuan tentara. Ia sudah menguasai medan. Tak diragukan lagi, bahkan sampai ke China, ciri produktifnya yang tiada taranya. Namun, kapital tidak mudah dikelola. Apabila terlalu dituntut, ia lari—dan lupakanlah dinamisme ekonomi bagi bangsa. [Jean Couteau, Kompas.id]

How Remote Work Will Create Economic Winners and Losers ― Perubahan yang membuat kerja remote semakin banyak dilakukan "adalah sebuah bencana untuk tenaga kerja yang berketerampilan rendah dan dapat menjadi hal yang baik untuk pekerja yang memiliki keterampilan tinggi," kata Gerald F. Davis [Noam Scheiber, The New York Times]

Triwulan III-2020 Penentu Indonesia ― Data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi triwulan I-2020 2,97 persen. Jika pada dua triwulan pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi, Indonesia masuk ke jurang resesi. Pada triwulan II, pertumbuhan ekonomi RI diperkirakan merosot. Dengan demikian, perekonomian pada periode Juli-September 2020 jadi sangat menentukan. [Dimas Waraditya Nugraha, Kompas.id]

Bagaimana Kunjungan Masyarakat ke Sejumlah Tempat Selama Pandemi Covid-19? 
[Google COVID-19 Community Mobility Reports, visualisasi: Ahsan Ridhoi]

Riset Minggu Ini (1): Mengukur Modal Manusia (Human Capital)

[Kata Pengantar] Setelah seminggu menjalankan rubrik Ngopi Pagi yang berisi cuplikan berita ekonomi terkini, saya pikir perlu juga membuat rubrik serupa khusus membahas penelitian atau karya ilmiah di bidang Ekonomi. Rubrik tersebut saya beri nama Riset Minggu Ini

Kata 'minggu ini' mengacu pada minggu saat saya membaca karya dari para peneliti tersebut. Bisa jadi memang baru saja beredar maupun yang sudah terbit di masa lampau. 

Di rubrik tersebut, saya tidak ingin membuat peringkat (rating) seperti pemeringkatan film-film atau tempat makan. Tujuannya sekadar berbagi informasi, siapa tahu bisa menjadi bahan diskusi.

***

Di minggu pertama ini, saya akan membahas working paper yang baru terbit beberapa hari lalu di NBER dengan judul A Brief Introduction to Human Capital Measures, karya Gang Liu & Barbara M. Fraumeni. Paper ini membahas metode apa saja yang biasanya digunakan dalam mengukur modal manusia (human capital) atau kadang juga disebut modal insani.

Sesuai dengan judulnya, paper ini menjelaskan secara singkat enam cara pengukuran modal manusia, baik yang diukur secara moneter maupun  yang berdasarkan indeks. 

Pengukuran secara moneter: 
Sedangkan pengukuran berdasarkan indeks:
Selain menjelaskan cara pengukuran modal manusia yang telah disebutkan di atas, mereka juga membandingkan berbagai pengukuran tersebut menggunakan korelasi Spearman maupun korelasi Pearson.

Ngopi Pagi: Jumat, 24 Juli 2020

Menu pagi ini: restrukturisasi kredit, konversi pembangkit listrik diesel, ancaman resesi Australia, dan PDB Indonesia.

Jika Diperlukan, Restrukturisasi Kredit Bisa Diperpanjang ― Berdasarkan data OJK, sampai dengan 13 Juli 2020, realisasi restrukturisasi kredit di perbankan mencapai Rp 776,99 triliun dengan jumlah nasabah sebanyak 6,75 juta. Sementara restrukturisasi di perusahaan pembiayaan senilai Rp 148,7 triliun dengan jumlah kontrak yang disetujui sebanyak 4,04 juta per 21 Juli 2020. [Dimas Waraditya Nugraha, Kompas.id]

Pandemi Tak Surutkan Kinerja Sektor Energi ― Ditargetkan pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang dikonversi menjadi gas bumi totalnya mencapai kapasitas sekitar 1,7 Giga Watt di 52 lokasi. Menteri ESDM menugaskan PLN untuk melaksanakan kegiatan gasifikasi pembangkit tenaga listrik dan pembelian LNG dari Pertamina dalam rangka konversi penggunaan diesel dengan Liquefied Natural Gas (LNG). [EBTKE Kementrian ESDM]

Di depan mata Australia, ancaman resesi pertama dalam 3 dekade ― Bendahara Australia Josh Frydenberg mengatakan, defisit anggaran bisa saja melonjak menjadi A$ 185 miliar hingga 30 Juni, hampir sepersepuluh dari total PDB. Di periode yang sama tahun lalu, defisit anggara Australia hanya tercatat sebesar A$ 86 miliar. [Channel News Asia / Kontan.co.id]

Perbandingan PDB Indonesia dan Negara Ekonomi Terbesar Dunia 2024 ― Setelah Tiongkok dan Jepang berada di posisi 5 besar, Indonesia dan India diprediksi akan menggantikan posisi Inggris dan Jerman. "Kerja keras penanganan Covid-19 di tahun ini akan sangat menentukan pemulihan di tahun-tahun berikutnya," tulis Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. [Pingit Aria Mutiara Fajrin, Katadata.co.id]

Ngopi Pagi: Kamis, 23 Juli 2020

Menu pagi ini: impor gula, cukai rokok, penjualan e-dagang, serta konsumsi & investasi.

Ada (Impor) Gula, Ada "Semut" ― Kementerian Perdagangan membuat regulasi itu agar gula impor dari India dapat masuk ke Indonesia. Akomodasi ini merupakan "barter" agar ekspor kelapa sawit Indonesia ke India bisa berjalan lancar. [Hendriyo Widi dkk, Kompas.id]

Simplifikasi Tarif Cukai Ancaman Bagi Sektor IHT, INDEF: Waspadai Naiknya Rokok Ilegal ―  "Jika semakin eksesif dan dipaksakan, kelompok usaha yang di struktur dua akan kolaps karena kalah bersaing, dan yang harus diwaspadai kalau produk dari golongannya hilang di pasaran, justru rokok ilegal bisa makin naik. Sudah enggak optimal pendapatannya, enggak mencapai target juga di sisi kesehatan," tutup Enny. [JPNN.com]

E-Dagang Dorong Penjualan Produk ― Sebagian besar penjualan produk secara konvensional  tumbuh negatif karena pembatasan sosial. Sebaliknya, penjualan produk yang sama di platform e-dagang meningkat. [Erika Kurnia, Kompas.id]

Memulihkan Konsumsi dan Investasi ― Secara sektoral,  54,9 persen investasi sepanjang Januari-Juni 2020 adalah sektor tersier atau sektor jasa dan industri jasa, yakni Rp 220,9 triliun. Adapun sektor sekunder dan sektor primer yang dibutuhkan Indonesia karena padat karya, masing-masing 32,2 persen dan 12,9 persen. [Karina Isna Irawan & Agnes Theodora, Kompas.id]

Ngopi Pagi: Rabu, 22 Juli 2020

Menu pagi ini: penanganan Covid-19 & pemulihan ekonomi,  posisi utang pemerintah Juni 2020, serta produksi bahan bakar D-100.

Pemulihan Ekonomi dan Penurunan Kasus, Tantangan Berat Komite Terpadu Covid-19 ― Pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mengatasi krisis kesehatan sekaligus ancaman resesi ekonomi. [Karina Isna Irawan, Kompas.id]

Kemenkeu catat posisi utang pemerintah capai Rp 5.264,07 triliun per akhir Juni 2020 ― Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, posisi utang pemerintah hingga akhir Juni 2020 adalah sebesar Rp 5.264,07 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 32,67%. [Venny Suryanto, Kontan.co.id]

Bahan Bakar 100% Sawit diproduksi di Kilang Dumai ― Program dengan nama Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) 100% yang menghasilkan produk Green Diesel (D-100) kini sudah diproduksi sebanyak 1.000 barel per hari di fasilitas existing Kilang Dumai. [KONTAN TV]

Ngopi Pagi: Selasa, 21 Juli 2020

[Kompas.id] Dampak Resesi terhadap Kemiskinan, A. Prasetyantoko: 
Jika syarat tak terpenuhi, Bank Dunia khawatir perekonomian Indonesia bisa tergelincir menjadi minus 2 persen pada tahun ini. Resesi akan menjerumuskan lebih banyak penduduk dalam derita kemiskinan. Pemerintah punya peran amat sentral agar derita (angka) kemiskinan tersebut bisa diringankan, jika memang tak terhindarkan.
[Kompas.id] Peluang Meminimalkan Resesi, Ari Kuncoro:
Pemerintah dan BI juga telah melakukan closing the loop untuk memperkuat sinyal kenormalan baru. Dalam hal pembiayaan anggaran, BI akan menanggung 53,9 persen dari bunga surat berharga pemerintah untuk barang publik dan pembiayaan UMKM. Geliat indikator-indikator awal ini mungkin tidak dapat mencegah pertumbuhan negatif pada triwulan II-2020, tetapi diharapkan cukup untuk membangun momentum pemulihan di triwulan III dan IV guna meminimalkan resesi.