Ngopi Pagi: Selasa, 28 Juli 2020

Ekonomi Tinggal di Rumah ― Laporan dari sejumlah negara menunjukkan gejala peningkatan produktivitas yang makin turun (diminishing marginal return). Dengan kata lain, walaupun ada sebagian masyarakat yang mulai menyukai adaptasi baru ini, secara umum diperkirakan akan terjadi kenaikan produktivitas yang kemudian disusul oleh perlambatan kenaikan produktivitas. Hal ini terjadi jika bekerja dari rumah dilakukan seperti apa adanya. [Ari Kuncoro, Kompas.id]

Peraturan Bank Indonesia Nomor 22/9/PBI/2020 tanggal 20 Juli 2020 tentang Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah ― Pengembangan pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah dilakukan melalui strategi penguatan regulasi, pengembangan instrumen, penguatan infrastruktur dan kelembagaan, serta perluasan penerbit dan basis investor instrumen pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan industri perbankan syariah. [Departemen Komunikasi, Bank Indonesia]

Cegah korupsi, peneliti usulkan BLT diberi via rekening bank penerima ― "Untuk opsi penyaluran melalui rekening agar cashless saya rasa cara yang baik, namun perlu diperhatikan bank mana saja yang dapat melakukannya serta harus dikomunikasikan jauh-jauh hari kepada masyarakat," ujarnya. [Satyagraha & Risbiani Fardaniah, ANTARA News]

Riset: Sebagian Masyarakat Memulai Usaha Baru saat Pandemi Corona ― Sebanyak 49% dari total 267 responden mengaku pendapatannya tetap, meski ada pandemi virus corona. Lalu, 44% mengaku penghasilannya berkurang dan 7% meningkat. Lebih rinci, 24% dari responden yang pendapatannya tetap, membuka usaha kecil. “Ini untuk mengantisipasi risiko ke depan,” kata Digital Banking Business Product Head, Bank BTPN  Waasi B. Sumintardja [Cindy Mutia Annur, Katadata.co.id]

Kampus Kecil yang Terjepit Corona, Cari Utang hingga Jual Aset ― Survei Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah V Yogyakarta--terdiri dari 102 anggota dari mulai universitas, akademi, institut, hingga sekolah tinggi--menemukan 80 persen dari 51 anggota yang menjadi responden menyatakan mengalami masalah finansial. [Irwan Syambudi, Tirto.ID]